Pemanfaatan Ulang Efluen Industri Pengolahan Susu Sebagai AIr Irigasi Untuk Tanaman Padi

Yani Suryani, Syamsul Bahri
*

Sari


Pemanfaatan air limbah yang tidak mengadung bahan beracun dan berbahaya (B3) mengkontribusi terhadap kelangkaan ketersediaan air irigasi. Salah satu jenis air limbah yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali adalah efluen industri pengolahan susu sebagai air irigasi untuk tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh takaran air limbah dan pemupukan terhadap pertumbuhan padi (Oryza sativa L.) varietas Ciherang dengan sistem irigasi hemat air. Penelitian menggunakan desain percobaan faktorial 2 x 4, dengan faktor pertama adalah pemupukan (dengan dan tanpa pupuk) dan faktor kedua adalah takaran efluen (0%, 50%, 75% dan 100%). Berdasarkan hasil penelitian penggunaan variasi takaran efluen 0% hingga 100% dan dengan penambahan pupuk menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, laju pertumbuhan, jumlah anakan, dan jumlah malai, kecuali terhadap parameter berat gabah kering panen dan kering giling masing-masing variasi takaran efluen menunjukkan perbedaan yang nyata. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa nitrogen berlebihan, yang berpengaruh terutama terhadap penurunan parameter berat gabah kering giling sebesar 16% - 31%.


Kata Kunci


efluen; industri pengolahan susu; irigasi; pemupukan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ashouri, M. 2012. The effect of water saving irigation and nitrogent ferilizer on rice production in paddy fileld of Iran. International Journal Bioscience, Biochemistry and Bioinformatics, Vol. 2 (1), January 2012.

Azwir dan Ridwan. 2009. Peningkatan produktivitas padi sawah dengan perbaikan teknologi budidaya. Jurnal Akta Agrosia Vol. 12(2): 212-218.

Bahri, S., R. R. Rinjani, S. Yashoumi. 2013. Potensi air limbah untuk didaur ulang sebagai air baku pertanian (studi kasus beberapa industri dan domestik). Jurnal Sumber Daya Air Vol. 9 (2).

Bouman, B.A.M. and T. P. Tuong, 2001, Field water management to save water and increase its productivity in irrigated lowland rice, Agric. Water Manage, Vol. 49: 11–30.

Fitter, A.H. and R.K.M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Haefele, S.M., K. Naklang, D. Harnpichitvitaya, S. Jearakongman, E. Skulkhu, P. Romyen, S. Phasopa, S. Tabtim, D. Suriya-arunroj, S. Khunthasuvon, D. Kraisorakul, P. Youngsuk, S. T. Amarante, and L. J, Wade. 2006. Factors affecting rice yield and fertilizer response in rainfed lowlands of northeast Thailand. Field Crops Res, Vol. 98: 39-51.

Hanum, C., 2008, Teknik Budidaya Tanaman, Jilid I, Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan, Jakarta.

Hitomi T., Y. Iwamoto, A. Miura, K. Hamada, K. Takaki, E. Shiratani. 2010. Water-Saving Irrigation for Paddy Filed to Reduce Nutrient Runoff. Journal of Enviromental Sciences, Vol. 22(6).

Kanyoka, P. and T. Eshtawi. 2012. Analyzing The Trade offs of Wastewater Reuse in Agriculture: An Analiticle Framework, Interdisciplinary Term Paper. ZEF Doctoral Program, Centre for Development Research, University of Bonn.

Khai, N.M., P.H. Tuan, N.C. Vinh, I. Oborn. 2008. Effect of Using Wastewater as Nutrient Sources on Soil Chemical Properties in Peri-Urban Agricultural Systems. VNU Journal of Science, Earth Science, Vol. 24: 87-95.

Makarim, A. K. dan E. Suhartatik. 2009. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Tersedia di www.litbang. pertanian.go.id. (diakses tanggal 20 Februari 2015).

Pujiharti, Y. J. Barus dan B. Wijayanto. 2008. Teknologi Budidaya Padi. Seri buku inovasi: TP/1/2008. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKS). 2009. Teknik dan Budidaya Penanaman Padi System of Rice Intensification (SRI). Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna-Dusun Betting- Desa Gunting-Kecamatan Sukorejo-Kabupaten Pasuruan. tersedia di http://sri.ciifad.corenell.edu. (diakses tanggal 20 Februari 2015).

Quayle, T., 2012. Wastewater Treatment and Water Recyling for Biomass Production in Niamey-Niger, ACCES Sanitation, ICLEI-Local Goverrment for Sustainability-Africa.

Rageh, A., 2014, Impact Assessment of Treated Wastewater Use in Agricultutre Irrigation in Amran Area, Republic Yemen. International Journal of Environment and Sustainability, Vol. 3(1): 7-13.

Sofiyuddin, H.A, L. M. Martief, B.I. Setiawan, C. Arif, 2012. Evaluasi koefisien tanaman padi berdasarkan konsumsi air pada lahan sawah. Jurnal Irigasi, Vol. 7(2).

Sutriati, A., N.T. Ginting, 2012, Potensi Air Limbah Domestik sebagai Pasokan Irigasi pada Daerah Padat Penduduk dan Krisis Air. Jurnal Irigasi, Vol. 7(2).

The Hyderabad Declaration on Wastewater Use in Agriculture, 14 November 2002, Hyderabad. India.

Uchida, R. 2000. Essential Nutrient for Plant Growth: Nutrient Functions and Deficiency Symton, on Plant Nutrient Management in Hawaii’s Soil, Approaches for Tropical and Subtropical Agriculuture, J.A. Silva and R. Uchida (eds)., College of Tropical Agriculture and Human Resources, University of Hawaii at Manoa.

Wangiyana, W., R.D. Pramurti, A. Wiresyamsi. 2008. Pertumbuhan dan hasil padi var. ciherang antara teknik konvensional dan sri dengan pemberian stress air ringan dan pupuk lewat daun pada fase reproduktif. Agroteksos, Vol. 18 No. 1-3.


Statistik Tampilan

Sari : 458 kali
PDF : 1410 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v10.i2.83-96

Hak Cipta (c) 2015 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.